Langsung ke konten utama

Faktor Yang Paling Disukai Pembeli

Menjual adalah momok bagi sebagian besar orang, apalagi di Indonesia. Sering saya menjumpai orang tua yang menitipkan putra atau putrinya di perusahaan tempat saya nyantri dengan embel-embel, "..... boleh jadi apa saja, bayaran terserah tapi kalau bisa jangan disuruh jualan".

Padahal jualan itu adalah ilmu yang dimiliki orang-orang sukses didunia ini. Obama datang ke Indonesia jualan boeing, menanyakan kontrak perpanjangan freeport, dll. Sederhanya begini mana yang lebih kaya, bayak jualan atau banyak beli? apakah china dikenal sukses hari ini karena banyak jualan atau karena banyak beli?

Jualan adalah mentalitas kaya, artinya wajib bagi orang yang berkomitmen untuk menjadi orang kaya. Tidak mudah tetapi dengan terus mengasah diri hal itu akan terlewati. hal pertama yang harus dikalahkan adalah diri sendiri. selama masih berkeringat dalam menawarakan dan berjualan selama itu pula proses jualan masih akan terasa sulit. bangun kapasitas diri.

Nah untuk membantu proses menaklukan diri, membangun mentalitas kaya, atau yang sudah berusaha menjadi semakin mudah dalam berjualan, saya ingin berbagi tentang faktor apa saja sih yang paling disukai pembeli.
1. Kualitas dan Performance - hal ini sangat jelas, orang membeli sebuah produk bukan untuk produk itu sendiri melainkan apa yang bisa diperoleh dari produk itu, itulah yang dinamakan benefit. apakah orang membeli mesin fotokopi karena ingin mesin fotokopi? BUKAN. orang membelinya karena ingin fotocopy nya. Sehingga kualitas dan performance harus dijaga.
2. Customer Service - Pelayanan, jangankan beli mahal, beli murahpun tetap ingin dilayani. Handle consumen yang bagus akan membantu membuat orang untuk betah dan akhirnya menjadi pelanggan setia.
3. Pengetahuan Salespeople - Pernah berkunjung ke mall untuk membeli sebuah notebook atau handphone baru? setelah mendengarkan penjelasan dari salesnya anda jadi berpindah pilihan seperti yang diarahkan penjual. Salespeople yang handal sanggup meporak-porandakan niat awal untuk membeli produk tertentu. 
4. Sesuatu di balik yang dijual oleh Perusahaan - Pembeli selalu ingin merasa aman, memastikan bahwa mereka berhubungan dengan pihak yang tepat. Maka seringkan kita jumpai, oh kalau si A yang punya saya percaya. Nah sebenarnya hal ini yang dimaksud. 
5. Kemudahan dalam melakukan bisnis (ETDBW) - Easy To Do Business With adalah istilah yang populeh dikalangan pengusaha pro yang artinya enak deh berurusan ama gue..gampang.
6. Akurasi follow up Salesperson terhadap janji janjinya - so, jangan mudah berjanji, pastikan penuhi apa yang telah dijanjikan.
7. Kemudahan akses kepada Salesperson - ini penting karena bisa jadi calon pembeli punya kesibukan dan lain sebagainya, maka mentalitas melayani dan mudah dihubungi harus dimiliki orang anda dan team anda ketika berjualan.
8. Harga Layanan - ini memang menjadi perhatian tetapi kabar baiknya tidak menempati urutan pertama sebagai bahan pertimbangan ketika orang membeli sesuatu. 
9. Technical support -

Itulah 9 hal yang paling diskui pembeli. namun untuk sukses berjualan tidak cukup hanya mengetahui faktor yang mereka sukai. hal yang tidak kalah penting adalah mengenali siapa target market kita. tidak akan berimplikasi banyak kalau kita salah target marketnya.

Selamat mencoba untuk berjualan. dan miliki mentalitas orang kaya.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengungkap keinginan konsumen

Ibu Susi, seorang pengusaha di Tanjung Priok - Jakarta yang menekuni produksi sabun cair berbagai jenis menanyakan kepada saya apa strategi yang harus dilakukan agar produk – produkya laku di pasar, pasalnya usaha yang digelutinya selama ini tidak mengalami kemajuan yang berarti setelah beberapa tahun ditekuni. Saat ini beliau sedang menyiapkan produk baru dalam kemasan yang berbeda yaitu sabun cair kemasan 1 liter, pertanyaan beliau kepada saya “apakah langkah saya sudah tepat? Menurut pak Heppy apakah produk ini akan mampu meningkatkan omzet perusahaan saya secara significant?” Inovasi, seperti yang dilakukan oleh Ibu Susi adalah sebuah keniscayaan dalam bisnis, malahan kalau kita hendak menyederhanakan pemikiran, berbicara mengenai fungsi bisnis sebenarnya hanya ada 2 saja yaitu Inovasi dan Marketing. Inovasi harus selalu dilakukan karena pasar selalu bergerak, kompetisi selalu bergerak, dan keinginan konsumen juga selalu bergerak. Kalau Indofood, Wingsfood, Unilever, dan pe...

Bisnis Bukan Kontes Populatitas

Ilustrasi  B elakangan ini mindset orang memang sedang demam-demamnya sama yang namanya wirausaha. Bekerja pada sebuah perusahaan atau profesi tertentu bukan lagi cita-cita populer seperti dulu. Kesuksesan finansial yang bisa diperoleh, kebebasan waktu dan segudang hal lain yang bisa didapat dari membangun usaha sendiri telah membuat banyak orang lebih memilih dunia usaha. Kenyataannya tidak sedikit yang terjebak dengan pola pikir salah tentang menjadi pengusaha. Bermula dengan paradigma yang salah pada akhirnya gulung tikar, bangkrut atau bahkan terlilit hutang. Bayang-bayang keluangan waktu, kebebasan finansial jauh dari harapan.

Bisnis dengan modal 0

B erbicara tentang memulai bisnis, banyak orang langsung terhenti langkahnya karena merasa tidak memiliki modal untuk memulainya. “Saya sebenarnya ingin menjadi pebisnis, tapi saya tidak punya modal” begitulah kira – kira komentar dari rata – rata para pemula yang saya jumpai, dan modal yang dibicarakan disini maksudnya adalah uang cash yang dimiliki untuk memulai bisnis. Dalam konteks yang lain, sebuah angka statistik membuktikan bahwa 50% bisnis tutup sebelum ulang tahunnya yang kedua, 80% tutup sebelum ulang tahun yang kelima. Dan yang sangat menarik untuk dicermati, ternyata salah satu sebab mengapa mereka gulung tikar dalam usia yang sangat muda adalah “Easy Money”, uang dan kredit yang terlalu mudah didapat. Kok bisa begitu? Ternyata easy money membuat pebisnis menjadi bodoh. Dengan uang dan kredit yang mudah didapat mereka memiliki kesempatan yang sangat luas untuk menutupi kesalahan – kesalahan dalam berbisnis. Contohnya ketika sales tidak mencapai target, ketika piutang tid...