Mengapa kualitas kehidupan seseorang berbeda satu sama lain? Lulusan dari universitas yang sama, dengan dosen yang sama, buku yang sama, menghabiskan waktu yang sama, namun kualitas kehidupannya bisa berbeda sama sekali. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki prestasi sangat menonjol, dengan kehidupan ekonomi yang sangat berlimpah, sebagian yang lain dalam taraf rata – rata dan beberapa diantara mereka hidup dalam kesusahan. Hal yang dapat kita lihat dari masing – masing orang dengan kualitas kehidupan yang berbeda itu adalah perilaku mereka, tidak perduli apakah mereka dari tingkat pendidikan yang sama atau tidak kualitas kehidupan mereka sangat ditentukan oleh kualitas perilaku orang – perorang. Orang dengan perilaku berkualitas unggul akan memiliki kualitas kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang lain. Pertanyaannya adalah “mengapa perilaku seseorang berbeda satu dengan yang lain?”, “Bagaimana agar kita memiliki perilaku yang berkualitas?”
Suatu ketika ada yang bertanya kepada pak Heppy Trenggono begini, .. "Pak, mengapa banyak pengusaha muslim yang berjatuhan??" "karena mereka terlalu serius dalam berbisnis tetapi tidak serius dengan hidup" jawab beliau singkat Heppy Trenggono Dahi saya seketika mengernyit . Itu jawaban baru saya dengar kali ini setelah beberapa tahun mendampingi aktivitas beliau di Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) dan Gerakan Beli Indoensia . Ternyata menurut beliau sebagai seorang pengusaha muslim dalam berbisnis punya aturan main sendiri. Riba ya jangan digunakan atau itu akan menjadi persoalan buat hidup maupun menjadi persoalan buat bisnis. Harta dan Rezeki juga sesuatu yang berbeda. Rezeki ada portalnya, mungkin kita dapat hartanya kalau rezekinya sempit akan selalu merasa kurang dan kurang. "Kalau bisnis yang dipelajari hanya ilmu ekonomi saja maka itu tidak akan cukup, tetapi bisnis juga ilmu kehidupan". Sudah tahu kan laporan ke-uanga...