Langsung ke konten utama

Postingan

Wadah dan Isi

Mengapa kualitas kehidupan seseorang berbeda satu sama lain? Lulusan dari universitas yang sama, dengan dosen yang sama,  buku yang sama, menghabiskan waktu yang sama, namun kualitas kehidupannya bisa berbeda sama sekali. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki prestasi sangat menonjol, dengan kehidupan ekonomi yang sangat berlimpah, sebagian yang lain dalam taraf rata – rata dan beberapa diantara mereka hidup dalam kesusahan. Hal yang dapat kita lihat dari masing – masing orang dengan kualitas kehidupan yang berbeda itu adalah perilaku mereka, tidak perduli apakah mereka dari tingkat pendidikan yang sama atau tidak kualitas kehidupan mereka sangat ditentukan oleh kualitas perilaku orang – perorang. Orang dengan perilaku berkualitas unggul akan memiliki kualitas kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang lain. Pertanyaannya adalah “mengapa perilaku seseorang berbeda satu dengan yang lain?”, “Bagaimana agar kita memiliki perilaku yang berkualitas?”
Postingan terbaru

Berbisnislah dengan bahagia, Hiduplah dengan serius

Suatu ketika ada yang bertanya kepada pak Heppy Trenggono  begini, .. "Pak, mengapa banyak pengusaha muslim yang berjatuhan??" "karena mereka terlalu serius dalam berbisnis tetapi tidak serius dengan hidup" jawab beliau singkat Heppy Trenggono Dahi saya seketika  mengernyit . Itu jawaban baru saya dengar kali ini setelah beberapa tahun mendampingi aktivitas beliau di  Indonesian Islamic Business Forum (IIBF)  dan  Gerakan Beli Indoensia . Ternyata menurut beliau sebagai seorang pengusaha muslim dalam berbisnis punya aturan main sendiri. Riba ya jangan digunakan atau itu akan menjadi persoalan buat hidup maupun menjadi persoalan buat bisnis. Harta dan Rezeki juga sesuatu yang berbeda. Rezeki ada portalnya, mungkin kita dapat hartanya kalau rezekinya sempit akan selalu merasa kurang dan kurang. "Kalau bisnis yang dipelajari hanya ilmu ekonomi saja maka itu tidak akan cukup, tetapi bisnis juga ilmu kehidupan". Sudah tahu kan laporan ke-uanga...

Faktor Yang Paling Disukai Pembeli

Menjual adalah momok bagi sebagian besar orang, apalagi di Indonesia. Sering saya menjumpai orang tua yang menitipkan putra atau putrinya di perusahaan tempat saya nyantri dengan embel-embel, "..... boleh jadi apa saja, bayaran terserah tapi kalau bisa jangan disuruh jualan". Padahal jualan itu adalah ilmu yang dimiliki orang-orang sukses didunia ini. Obama datang ke Indonesia jualan boeing, menanyakan kontrak perpanjangan freeport, dll. Sederhanya begini mana yang lebih kaya, bayak jualan atau banyak beli? apakah china dikenal sukses hari ini karena banyak jualan atau karena banyak beli? Jualan adalah mentalitas kaya , artinya wajib bagi orang yang berkomitmen untuk menjadi orang kaya. Tidak mudah tetapi dengan terus mengasah diri hal itu akan terlewati. hal pertama yang harus dikalahkan adalah diri sendiri. selama masih berkeringat dalam menawarakan dan berjualan selama itu pula proses jualan masih akan terasa sulit. bangun kapasitas diri. Nah untuk membantu proses me...

Mengungkap keinginan konsumen

Ibu Susi, seorang pengusaha di Tanjung Priok - Jakarta yang menekuni produksi sabun cair berbagai jenis menanyakan kepada saya apa strategi yang harus dilakukan agar produk – produkya laku di pasar, pasalnya usaha yang digelutinya selama ini tidak mengalami kemajuan yang berarti setelah beberapa tahun ditekuni. Saat ini beliau sedang menyiapkan produk baru dalam kemasan yang berbeda yaitu sabun cair kemasan 1 liter, pertanyaan beliau kepada saya “apakah langkah saya sudah tepat? Menurut pak Heppy apakah produk ini akan mampu meningkatkan omzet perusahaan saya secara significant?” Inovasi, seperti yang dilakukan oleh Ibu Susi adalah sebuah keniscayaan dalam bisnis, malahan kalau kita hendak menyederhanakan pemikiran, berbicara mengenai fungsi bisnis sebenarnya hanya ada 2 saja yaitu Inovasi dan Marketing. Inovasi harus selalu dilakukan karena pasar selalu bergerak, kompetisi selalu bergerak, dan keinginan konsumen juga selalu bergerak. Kalau Indofood, Wingsfood, Unilever, dan pe...

Karena Hidup Tidak selalu Mudah

Kita selalu membayangkan indah sekali rasanya ya, jika hidup tanpa kesedihan dan kesusahan hidup, yang ada adalah selalu beruntung dan bahagia dalam hidup. Sayangnya bukan kita yang mengatur kehidupan ini, melainkan Dzat yang setiap jiwa ada dalam genggamannya, Pencipta apa yang ada dilangit dan di bumi. Dialah Yang Maha Esa. Sumber : Google.com Selama kita masih bernafas jangan pernah berfikir kesulitan akan benar-benar pergi tanpa kembali lagi pada kehidupan kita. Apakah persoalan kuliah, persahabatan, rumah tangga, bisnis, maupun yang lain. Mentalitas yang harus kita miliki adalah memberikan respo terbaik pada setiap kejadian. Itulah yang membedakan satu dengan orang yang lain. Bagaimana mungkin kesukaran akan hilang dari kehidupan kita sedang dengan itu Allah akan hapus dosa-dosa kita. Bagaimana mungkin masalah tidak akan datang lagi sedang dengan itulah Allah SWT akan menguji dan menaikan derajat kita. "....Siapapun manusianya dia bisa ditimpa persoalan sewaktu-w...

Bisnis dengan modal 0

B erbicara tentang memulai bisnis, banyak orang langsung terhenti langkahnya karena merasa tidak memiliki modal untuk memulainya. “Saya sebenarnya ingin menjadi pebisnis, tapi saya tidak punya modal” begitulah kira – kira komentar dari rata – rata para pemula yang saya jumpai, dan modal yang dibicarakan disini maksudnya adalah uang cash yang dimiliki untuk memulai bisnis. Dalam konteks yang lain, sebuah angka statistik membuktikan bahwa 50% bisnis tutup sebelum ulang tahunnya yang kedua, 80% tutup sebelum ulang tahun yang kelima. Dan yang sangat menarik untuk dicermati, ternyata salah satu sebab mengapa mereka gulung tikar dalam usia yang sangat muda adalah “Easy Money”, uang dan kredit yang terlalu mudah didapat. Kok bisa begitu? Ternyata easy money membuat pebisnis menjadi bodoh. Dengan uang dan kredit yang mudah didapat mereka memiliki kesempatan yang sangat luas untuk menutupi kesalahan – kesalahan dalam berbisnis. Contohnya ketika sales tidak mencapai target, ketika piutang tid...

Bisnis Bukan Kontes Populatitas

Ilustrasi  B elakangan ini mindset orang memang sedang demam-demamnya sama yang namanya wirausaha. Bekerja pada sebuah perusahaan atau profesi tertentu bukan lagi cita-cita populer seperti dulu. Kesuksesan finansial yang bisa diperoleh, kebebasan waktu dan segudang hal lain yang bisa didapat dari membangun usaha sendiri telah membuat banyak orang lebih memilih dunia usaha. Kenyataannya tidak sedikit yang terjebak dengan pola pikir salah tentang menjadi pengusaha. Bermula dengan paradigma yang salah pada akhirnya gulung tikar, bangkrut atau bahkan terlilit hutang. Bayang-bayang keluangan waktu, kebebasan finansial jauh dari harapan.